Sabtu, 07 Januari 2012

MAKALAH PAUD GANGGUAN PENYESUAIAN DIRI

BAB I
PENDAHULUAN

A.     LATAR BELAKANG
Taman Kanak-kanak merupakan salah satu lembaga pendidikan yang sangat penting, karena TK adalah salah satu lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan anak usia 4 – 6 tahun, dimana pada usia tersebut merupakan masa peka bagi anak dalam menerima berbagai upaya perkembangan seluruh potensi anak. Masa peka adalah masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini merupakan masa  untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, nilai-nilai agama, emosional, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni, moral dan sosial.
Anak TK adalah sosok individu yang sedang berada dalam proses perkembangan dan mereka juga individu yang unik, artinya sikap anak yang satu berbeda dengan anak  yang lain baik itu dari segi fisik, psikis, kecerdasan, minat, bakat, emosi, dan sosial anak.
Berdasarkan keunikan / perbedaan tersebut timbullah berbagai permasalahan pada anak yang dapat menghambat perkembangan anak. Permasalahan itu dapat dilihat melalui perilaku anak saat mengikuti proses Pembelajaran atau pada saat anak bermain. Perilaku yang tampak dalam kehidupan sehari-sehari anak di sekolah salah satunya adalah anak pendiam, sering menangis, penakut, tidak mau berteman/bermain dengan teman sebayanya. Oleh karena itu pernulis tertarik untuk melakukan studi kasus tentang anak yang mengalami penyesuaian diri.

B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah  di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam laporan studi kasus ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.      Bagaimana karakteristik anak yang mengalami gangguan penyesuaian diri.
2.      Apa faktor-faktor anak yang mengalami gangguan penyesuaian diri.
3.      Bagaimana cara mengatasi anak yang mengalami gangguan penyesuaian diri.


C.     TUJUAN
Adapun tujuan berdasarkan rumusan masalah di atas adalah :
1.      Untuk mengetahui cara-cara anak yang mengalami gangguan penyesuaian diri
2.      Untuk mengetahui faktor-faktor anak yang mengalami gangguan penyesuaian diri.
3.      Untuk mengetahui cara mengatasi anak yang mengalami gangguan penyesuaian diri

D.     DEFINISI ISTILAH
Gangguan penyesuaian diri adalah sikap atau perilaku sosial anak yang relatif masih kurang sehingga anak menarik diri dari lingkungan sekitar.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.     ANAK TK
1.      Pengertian Anak TK
Yang dimaksud dengan anak TK adalah mereka yang berusia antara 3-6 tahun menurut Biechler dan Snowman (1993). Mereka biasanya mengikuti program Prasekolah dan Kindergarten. Sedangkan di Indonesia, umumnya mereka mengikuti program Tempat Penitipan Anak ( 3-5 bulan) dan Kelompok bermain (usia 3 tahun), sedangkan pada usia 4-6 tahun biasanya mereka mengikuti program Taman Kanak-kanak.
Anak usia Taman Kanak-kanak adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan yang sangat pesat dan sangat fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Anak memiliki dunia dan karakteristik tersendiri yang jauh berbeda dari dunia dan karakteristik orang dewasa. Anak sangat aktif, dinamis, antusias dan hampir selalu ingin tahu terhadap apa yang dilihat dan didengarnya, seolah-olah tak pernah berhenti untuk belajar.
Seorang anak sudah dapat melihat sejak lahir. Seorang anak sudah dapat berkomunikasi sejak lahir dengan menangis, ekspresi muka dan gerakan-gerakan. Apabila anak berinteraksi dengan lingkungan berarti sekaligus anak dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungan. Dengan demikian hubungan anak dengan lingkungan, bersifat timbal balik, baik yang bersifat perkembangan psikologis maupun pertumbuhan dan perkembangan fisik.
Perkembangan kognitif dan sosial dipengaruhi oleh pertumbuhan sel otak dan perkembangan hubungan antar sel otak. Kondisi kesehatan dan gizi anak walaupun masih dalam kandungan itu akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

2.      Karakteristik Anak TK
Pandangan para ahli pendidikan tentang anak cenderung berubah dari waktu kewaktu, dan berbeda satu sama lain sesuai dengan landasan teori yang digunakannya. Ada yang memandang anak sebagai makhluk yang sudah terbentuk oleh bawaannya atau memandang anak sebagai makhluk yang dibentuk oleh lingkungannya. Ada ahli lain yang  menganggap anak sebagai miniatur orang dewasa, dan ada pula yang memandang anak sebagai individu yang berbeda  total dari orang dewasa.
Beberapa ahli dalam bidang pendidikan dan psikologi memandang periode usia dini merupakan periode yang penting yang perlu mendapat penanganan sedini mungkin. Maria Montessori (Elizabeth B. Hurlock, 1978:3) berpendapat bahwa usia 3-6 tahun merupakan periode sensitif atau masa peka pada anak, yaitu suatu periode dimana suatu fungsi tertentu perlu dirangsang, diarahkan sehingga tidak terhambat perkembangannya. Misalnya masa peka berbicara pada periode ini tidak terpenuhi maka anak akan mengalami kesukaran dalam berbahasa untuk periode selanjutnya.
Masa-masa sensitif anak pada usia ini mencakup sensitif pada :
                           a.      Keteraturan lingkungan
                          b.      Mengeksplorasi lingkungan dengan lidah dan tangan.
                           c.      Berjalan
                          d.      Sensitif terhadap obyek-obyek kecil dan detil
                           e.      Sensitif terhadap aspek-aspek sosial kehidupan

3.      Cara / Tipe Pembelajaran Anak TK
Pembelajaran lagi anak usia dini /TK memiliki kekhasan tersendiri. Kegiatan Pembelajaran di TK mengutamakan bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain. Secara alamiah bermain memotivasi anak untuk  mengetahui sesuatu lebih mendalam, dan secara spontan anak mengembangkan kemampuannya.
Pembelajaran yang paling efektif untuk anak usia dini / TK adalah melalui suatu kegiatan yang berorientasi bermain. Menurut Froebel, bermain sebagai bentuk kegiatan belajar di TK adalah bermain kreatif dan menyenangkan. Melalui bermain  kreatif, anak dapat mengembangkan serta mengintegrasikan semua kemampuannya. Anak lebih banyak belajar melalui bermain dan melakukan eksplorasi terhadap obyek-obyek dan pengalaman. Salah satu fungsi penting dari bermain menurut Piaget adalah memberi kerempatan pada anak untuk mengasimilasi kenyataan terhadap dirinya dan dirinya terhadap kenyataan.
Pembelajaran di TK selain menekankan pada Pembelajaran yang berorientasi bermain juga menekankan Pembelajaran yang berorientasi perkembangan. David Weikart (Eliason & Jenkins, 1994) mengemukakan, bahwa pembelajaran yang berorientasi perkembangan mempunyai arti bahwa pendekatan yang digunakan guru untuk melaksanakan Pembelajaran adalah Pembelajaran yang berorientasi pada anak itu sendiri. Ini berarti bahwa guru TK harus memahami kebutuhan dan karakteristik perkembangan setiap anak secara kelompok maupun secara individual.

B.     PERILAKU ANAK YANG MENGALAMI GANGGUAN PENYESUAIAN DIRI
1.      Perngertian anak yang mengalami gangguan penyesuaian  diri.
Gangguan penyesuaian  diri atau disebut juga penyesuaian  diri kurang baik adalah sikap atau perilaku sosial anak yang relatif masih kurang sehingga anak menarik diri dari lingkungan sekitar
Anak yang mempunyai daya suai kurang cenderung selalu menarik diri dari lingkungannya karena anak merasa bahwa anak tidak mampu mengadakan hubungan yang dekat dengan orang lain, merasa rendah diri, ragu dan kurang percaya diri.
2.      Faktor penyebab anak yang mengalami gangguan penyesuaian  diri.
Keluarga adalah lingkungan awal kehidupan anak yang berpengaruh besar dalam pembentukan kepribadian anak secara keseluruhan. Makin banyak orang yang ada dalam keluarga makin banyak pula pengaruh yang membentuk kepribadian anak. Sikap dan perlakuan keluarga inilah yang akan membentuk perilaku anak baik itu yang bersifat positif maupun bersifat negatif.
Beberapa faktor  penyebab  anak yang daya suainya kurang baik yaitu:
                           a.      Pengaruh lingkungan keluarga :
1.      Orang tua yang terbiasa mengecam anak
2.      membuat anak hidup dalam ketakutan
3.      menciptakan suasana yang diwarnai ketidak adilan
4.      terbiasa mengejek anak.
                          b.      Pengaruh lingkungan sekolah :
1.      Suasana emosional yang tidak sehat
2.      perlakuan guru yang otoriter
3.      sikap guru yang tidak adil / pilih kasih.

3.      Ciri / karakteristik anak yang daya suainya kurang
                           a.      Sering menunjukkan perasaan khawatir dan cemas yang berlebihan
                          b.      Mudah tersinggung dan menjadi sedih
                           c.      Pengendalian diri lemah
                          d.      Bersikap kasar dan cenderung emosinal
                           e.      Memiliki kebiasaan-kebiasaan buruk seperti merusak
                            f.      Penyimpangan tingkah laku dari perkembangannya, seperti eburesis (masih ngompol walaupun usianya sudah besar)
4.      Akibat anak yang mengalami gangguan penyesuaian  diri :
                 $26nbsp;         a.      Anak pasif dalam setiap kegiatan
                          b.      Anak ragu-ragu dan takut mengatakan gagasan-gagasannya
                           c.      Anak sulit diarahkan
                          d.      Anak takut menerima kritik
                           e.      Anak akan memperoleh pengetahuan yang terbatas.
5.      Penanganan anak yang mengalami gangguan penyesuaian diri :
                           a.      Menerima anak dengan baik termasuk kekurangan dan kelemahannya
                          b.      Mampu memberikan pujian
                           c.      Memperlakukan anak secara bijaksana yang diwarnai dengan kejujuran
                          d.      Menciptakan suasana yang aman
                           e.      Menciptakan suasana hidup yang penuh toleransi
                            f.      Memberi anak perhatian secara khusus setiap anak melakukan tugas-tugasnya.
                           g.      Menempatkan anak pada kegiatan kelompok.
                           h.      Memberi kesempatan pada anak untuk maju kedepan untuk menyiapkan do’a
                             i.      Melalui permain`n yang membuat anak senang

Tidak ada komentar: